GAPMMI - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia
Rubrik : Berita PERINDUSTRIAN
Menperin: Dampak penaikan harga BBM hanya 3 bulan
Selasa, 20 Maret 12 - by : admin
JAKARTA - Dampak negatif penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi pada April terhadap industri domestik diperkirakan hanya berlangsung selama 2-3 bulan setelah kebijakan itu berjalan.

Menteri Perindustrian M. S. Hidayat mengungkapkan pemerintah telah memas tikan harga BBM bersubsidi akan di naikkan Rp 1.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter mulai April.

"Semua menteri rapat di kantor Menko Perekonomian menyangkut penyempu naan program, termasuk sosialisasi.

Kalau pembicaraan di parlemen selesai, April akan diumumkan kenaikan harga BBM itu," katanya dalam workshop bertema Pendalaman Kebijakan Industri di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Menperin menegaskan penaikan harga BBM bersubsidi hanya akan menimbulkan pengaruh relatif kecil dalam periode yang pendek terhadap target pertumbuhan industri manufaktur pada tahun ini.

Pelaku industri, menurutnya, hanya mem butuhkan 2-3 bulan untuk me nyesuaikan biaya produksi dengan tingkat harga BBM bersubsidi yang baru. "Saya melihat dari pengalaman penaikan harga pada tahun-tahun lalu, dalam 2-3 bulan pasti sudah ada adjustment," kata Hidayat.

Namun, dia menegaskan Kementerian Perindustrian terus melakukan kajian secara berkala mengenai dampak penaikan harga BBM terhadap kinerja industri manufaktur.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kebijakan Publik, Fiskal dan Moneter Hariyadi Sukamdani sependapat bahwa penaikan harga BBM bersubsidi tidak akan berdampak besar pada capaian pertumbuhan industri pada tahun ini.

"Saya setuju dengan Menperin, dampak nya hanya 3 bulan. Tidak akan lama, katanya ketika dihubungi Bisnis kemarin.

Dalam periode 3 bulan, jelasnya, konsumsi masyarakat akan sedikit menurun, sementara produsen akan menyesuaikan harga dan volume produksi untuk mengantisipasi penurunan konsumsi tersebut.

Hariyadi memperkirakan aktivitas ekonomi akan kembali normal setelah titik keseimbangan harga yang baru tercapai begitu periode penyesuaian masyarakat atas kenaikan harga BBM bersubsidi berlalu.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudradjat mengatakan biaya pro duksi di industri tekstil dan produk tekstil lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat upah tenaga kerja dan biaya listrik.

"Kalau harga BBM lebih memengaruhi daya beli konsumen. Mereka akan mengurangi pembelian barang yang priori tasnya lebih rendah. Ongkos produksi tidak berpengaruh banyak," katanya.

sumber : Bisnis Indonesia
GAPMMI - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia : http://www.gapmmi.or.id
Versi Online : http://www.gapmmi.or.id/?pilih=lihat&id=13414