home webmail download sitemap
ProfilKegiatanPeraturan & ArtikelKeanggotaanBuletin & NewsletterInternasional
 
   Menu Utama
Home
Rubrik
Contact Us
Download
Daftar Anggota GAPMMI 2014
Organisasi GAPMMI

   Rubrik
Berita KADIN Indonesia
Berita BPOM
Berita PERDAGANGAN
Berita PERINDUSTRIAN
Berita PERTANIAN
Bisnis & Keuangan
Berita Codex Indonesia

   Artikel Terakhir
Jakarta International Food Expo (JIFEX) 2017, 10 - 12 Agustus 2017, Jakarta Convention Center
EXPO CLEAN 2017
HVACR / PS Southeast Asia 2016
Member Gathering GAPMMI, 23 September 2016
Vitafoods Asia 2016

   Social Networking
Find us on

   Advertising


Buku Direktori GAPMMI 2012/2013

   Statistik Situs
  Visitor : 2649288 visitors
  Hits : 23517298 hits
  Online : 6 users

   


Regulasi produk makanan perlu disederhanakan
Selasa, 20 Maret 12 - oleh : admin

JAKARTA - Kementerian Perindustrian meminta Badan/ Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) menyederhanakan regulasi produk makanan dan minuman untuk mengurangi birokrasi ganda.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Benny Wachjudi mengatakan penyederhanaan birokrasi dapat dilakukan khususnya kepada produk yang telah memiliki standar nasional Indonesia (SNI) tidak perlu diuji ulang di laboratorium.

"Pemeriksaan untuk makanan dalam negeri [MD] yang sudah ber-SNI sebaiknya tak perlu dicek lagi karena akan redundant [mengulang]. Kita harus percaya dengan sistem nasional yang dilakukan di bawah pembinaan Kemenperin," katanya akhir pekan lalu.

Namun, bagi produk makanan yang dinilai berbahaya ataupun yang dapat menimbulkan kesalahan persepsi konsumen, Kemenperin memberikan dukungan kepada BPOM untuk menegak kan aturan.

"Aturan harus ditegakkan terutama untuk melindungi konsumen, kesehatan dan keselamatannya, tetapi ada juga aturan-aturan yang seharusnya bisa disederhanakan," ujarnya.

Sehubungan dengan itu, BPOM melarang PT Kinocare Era Kosmetindo (Kino) mengedarkan produk Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga. Perintah BPOM ini berdasarkan hasil pengawasan terhadap obat tradisional di pasaran yang dilakukan secara berkala.

Dalam pengawasan tersebut, BPOM menemukan produk minuman itu menggunakan penandaan yang tidak sesuai dengan persetujuan badan tersebut.

Perintah tersebut tertuang dalam surat BPOM No. PW.10.01.431.02.12.0533. Surat peringatan itu ditujukan kepada Kino tertanggal 14 Februari 2012.

Menurut BPOM dalam surat itu, penandaan produk tersebut melanggar Peraturan Menteri Kesehatan No. 246/Menkes/V/1990 tentang Izin Usaha Industri Obat Tradisional dan Pendaftaran Obat Tradisional Pasal 32 Ayat (1) dan (2).

sumber : Bisnis Indonesia

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

cari di  
 

   Kalender

   Ketua Umum


Adhi S. Lukman

   Quote of the day
"Food probably has a very great influence on the condition of men. Wine exercises a more visible influence, food does it more slowly but perhaps just as surely. Who knows if a well-prepared soup was not responsible for the pneumatic pump or a poor one for a war?"
Georg C. Lichtenberg (1742-1799) German scientist, satirist and anglophile.

   Event

The 7th nutraceutical event for Asia, 5-6 September'17, Sands Expo & Convention Centre at Marina Bay Sands Singapore


JIFEX, 10-12 Aug'17, Jakarta Convention Center (JCC)


   Media Partner

Food Review Indonesia

   Afiliasi

PIPIMM

Food Industry Asia

 

Copyright © 2010 Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia.
All Rights Reserved.